Translate

Senin, 24 Maret 2014

GeMuRuh Sang AwAn











GeMuRuh Sang AwAn
By : G.a & G.i ( 24 – 03 – 2014 )


Gemuruh itu datang lagi
Pecah suaranya memekakkan indra pendengaranku
Serontak ku berlari untuk memutup jendela
Tak sengaja kupandangi sebentar
Ya sebentar saja
Hanya beberapa detik
Kupandangi rupa Sang Awan
Gelap, keabu – abuan dan tampak kelabu
Semakin kupandangi, semakin jelas rupa nya
Rintik – rintik hujan pun mulai menetes
Menetesi bumi, membasahi segala yang ada di bumi
Disaat itu pula ku turut dalam kesenduan Sang Awan
Pekikan suara gemuruh itu seolah menerpa dalam jiwaku
Jiwaku yang sedang berupaya
Berupaya menjadi tegar
Tapi ...... suara itu menggoyahkan jiwaku
Jiwaku terlalu rapuh
Rapuh seperti akar serabut sang padi
Dan ketika itu pula, tetesan air mata menghujani wajah ku

Wahai Sang Awan
Mengapa gemuruh itu datang lagi ?
Mengapa tak badai saja yang datang ?
Mengapa bukan petir yang hadir ?
Mengapa bukan Topan yang menyapa ?
Sekalian saja jiwaku hancur
Hancur lebur seperti pasir dalam genggaman tangan

Marah ??
Ya aku memang marah
Lantas apa yang bisa ku lakukan ?
Aku kecil, aku sangat kecil darimu Sang Awan
Aku hanyalah molekul di hadapanmu

Luka ?
Ya aku terluka
Terluka seperti tersayat sembilu yang tumpul
Mengapa tak kau sayat saja dengan pedang yang tajam
Sekalian saja jiwaku tewas
Tewas tak berbekas karena aku merasa puas
Puas akan hujan, mendung yang hadir secara tiba – tiba

Tahukah engkau Sang Awan
Aku tahu apa maksudmu memberiku gemuruh
Ya gemuruh bukan badai, topan ataupun petir yang menakutkan
Karena kau punya kejutan untukku
Kejutan indah dan sangat luar biasa yang masih menjadi rahasiamu
Entah kapan kau menghadiahkanku dan aku Yakin dan Percaya kau akan memberikannya di waktu yang tepat
Sebuah pelangi yang indah di saat gemuruh dan hujan mulai usai
Engkau terlalu baik untukku
Engkau terlalu indah bagiku
Engkau terlalu sayang padaku
Hingga aku tak mampu meluapkan emosiku terhadapmu
Kau bagaikan salju dalam diriku
Senantiasa menyejukkanku walau terkadang kau memberikan gemuruhmu
Satu hal yang aku yakini “ Gemuruh, turunlah Hujan setelahnya, dan disitulah Pelangi akan Terlukis Indah di Wajah Sang Awan “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar