Translate

Sabtu, 22 Maret 2014

Wajah Itu adalah Ayahku





Wajah Itu adalah Ayahku
By G.a & G.i ( 23 March 2014 )



“ Aku hanya memanggilmu Ayah, saat aku kehilangan arah........
  Aku hanya mengingatmu Ayah, saat ku telah jauh darimu ........”

Sepenggal lirik lagu dari Seventeen Band, dalam judul “ Ayah ”
Tatkala itu, ku terburu menuju satu ruang
Ruang yang mungil dan sederhana tersekat papan kayu yang tampak rapuh
Ku lemparkan pandanganku, dan mencari – cari yang hendak ku cari
Ku dekati sosok yang sedang terjaga oleh Malaikat Allah
Ku pandangi seksama raut wajah nya yang mulai menua
Ku tamati detail bagaimana lekukan wajah nya yang mulai tampak letih
Sesekali ku ingin menyentuh wajah nya, membelai wajah nya, ku kecup kening nya, serta ku peluk erat dirinya
Tapi.... ku urungkan niatku.... tak sanggup aku mengganggu ketika beliau sedang terjaga

Wajah itu kupandangi dengan teduh, hingga tak sadar tetesan air mata ini membasahi wajahku
Wajah itu telah hadir sejak awal ku hadir di dunia ini
Ia lah yang pertama kali mengumandangkan Adzan di telingaku’
Orang Pertama yang menimangku sebelum Ibu
Orang Pertama yang menyambut mesra penuh kasih sayang saat ku hadir di dunia
Tahukah teman, Wajah itu tak pernah letih untuk mendampingi kehidupanku
Jasa yang begitu banyak tanpa perhitungan terhadapku
Ya ... dalam Islam Ibu adalah sosok Utama dalam kehidupan kita
Tapi, tahukah teman .....
Tanpa Ayah kita tak bisa seperti ini
Ayah lah yang membuat kita Tegar
Ayah lah yang membuat kita Kuat
Ayahlah yang mengajari kita untuk berani menghadapi kerasnya dunia
Teman, sadarkah jika kita sudah terlalu banyak dan sering menggores luka di hatinya ??
Sadarkah jika beliau senantiasa tak pernah letih menafkahi kita ??
Sadarkah jika kita belum bisa membuatnya bahagia ??

Ayah,......
Maafkanlah semua dosa yang ku perbuat terhadapmu
Ampuni aku yang selalu membangkang dari mu
Dalam hati, aku sungguh menyesal
Berdosa sekali jika aku tak menghargai pengorbananmu terhadapku
Ayah.....
Maaf, hingga kini aku belum bisa membuatmu bangga dan bahagia
Aku tak mampu membalas budi baikmu selama ini
Segala cinta, kasih sayang, harta, ilmu, kebahagiaan yang tiada tara darimu

Ayah....
Engkau memang tak seperti Ibu
Kau mendidikku dengan disiplin
Tapi ku tahu, jika disiplinmu lah yang membuat aku berharga diri, kuat dan tegar
Kau memarahiku dengan diam
Tapi ku tahu, jika dalam diammu kau berdo’a agar aku menjadi orang yang lebih baik yang tumbuh dari nurani
Kau mengajari ku apa itu dunia, apa itu kehidupan, apa itu agama, apa itu ilmu dan segala pengetahuan ....
Terkadang ku merasa bosan, tapi itulah cara mu membuat aku jauh lebih berguna dan menjadi pribadi yang luar biasa

Ayah...... kaulah segalanya selain Ibu
Sepenggal Do’a yang ku persembahkan untukmu
“ Ya Rabb, berikanlah kesehatan jassmani dan rohani padanya, berikanlah rezeki yang luar biasa dari langit Mu,  berilah usia yang panjang agar kelak ia menjadi Waliku, mengajari peri kecil ku seperti beliau mengajariku dulu, Jadikanlah beliau sebagai Imam yang sempurna bagi kami, golongkanlah beliau termasuk calon penghuni Jannah Mu bersama Ibu, ketika kau memanggilnya, maka izinkanlah beliau pergi dalam keadaan Khusnul Khotimah ”
Amin Amin Amin Ya Rabbal Alamin,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar